Senin, 17 Juni 2013



Pada tahun 1904 H.A. Mears mengakuisisi stadion atletik Stamford Bridge dengan tujuan mengubah menjadi stadion sepak bola. Ia kemudian merencanakan pendirian sebuah klub sepak bola baru setelah tawaran yang diberikan kepada Fulham untuk menggunakan stadion tersebut ditolak. Mengingat telah ada sebuah klub bernama Fulham, nama Chelsea yang merupakan sebuah kota kecil yang berdekatan dengan stadion dipilih sebagai nama klub baru tersebut. Nama-nama lain seperti Kensington FC, Stamford Bridge FC dan London FC sempat dipertimbangkan untuk dipilih.[9] Chelsea didirikan oleh pada 10 Maret 1905 di sebuah pub The Rising Sun (kini restoran The Butcher's Hook)[10] dan pertama kali bermain pada kompetisi Football League.
John Robertson seorang pemain timnas Skotlandia berusia 28 tahun saat itu dipilih merangkap jabatan pemain-manajer pertama Chelsea. Sejumlah pemain direkrut dari berbagai klub untuk memperkuat tim, seperti penjaga gawang William "Fatty" Foulke dari Sheffield United, Jimmy Windridge dan Bob McRoberts dari Small Heath, dan Frank Pearson dari Manchester City. Pertandingan pertama mereka terjadi pada 2 September 1905, sebuah laga tandang menghadapi Stockport County. Chelsea kalah dengan skor 0–1.[11] Sedangkan pertandingan kandang pertama mereka adalah sebuah kemenangan 4–0 pada laga persahabatan menghadapi Liverpool. Robertson juga merupakan pencetak gol pertama Chelsea pada laga kompetitif saat kemenangan 1–0 atas Blackpool.[12]
Chelsea mengalami sejumlah promosi-degragasi pada Divisi Satu dan Divisi Dua Liga Inggris setelah berhasil meraih promosi ke Divisi Satu pada musim kedua mereka. Pencapaian terbaik mereka pada tahun-tahun awal adalah berhasil melaju hingga ke babak final Piala FA 1915 namun dikalahkan Sheffield United di Old Trafford dan saat mengakhiri Divisi Satu pada posisi tiga klasemen akhir tahun 1920.[13] Chelsea memiliki reputasi mendatangkan pemain-pemain terkenal[14] dan jumlah penonton yang besar[15], tapi kesuksesan masih belum menghampiri mereka pada masa-masa Perang Dunia I dan II.
Mantan penyerang Arsenal dan Inggris Ted Drake menjadi manajer pada tahun 1952. Drake mulai memodernisasi klub baik di dalam dan di luar lapangan. Ia mengganti logo Chelsea pensioner, meningkatkan sistem pelatihan dan pembinaan tim usia muda, dan memperkuat kedalaman tim dengan kelihaian mendatangkan sejumlah pemain dari divisi-divisi bawah dan liga-liga amatir hingga berhasil membawa Chelsea meraih trofi juara pertama mereka, gelar juara Divisi Satu Liga Inggris 1954–55. Pada musim berikut, UEFA mengadakan kejuaraan antar klub juara liga di Eropa, Piala Champions, namun ketidaksetujuan otoritas Liga Sepak Bola Inggris dan FA membuat Chelsea menarik diri dari kejuaraan tersebut sebelum dimulai.[16] Chelsea gagal melanjutkan kesuksesan tersebut dan hanya menjadi penghuni papan tengah klasemen liga pada dekade 1950an. Drake dipecat pada tahun 1961 dan digantikan oleh Tommy Docherty yang merangkap jabatan pemain-manajer.
Chelsea kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2005, pada masa jabatan manajer Jose Mourinho (2004 - 2007), yang saat itu mendapat dukungan penuh dari pemilik miliuner minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich.
Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Selanjutnya pada tahun 2006, Chelsea kembali berhasil menjuarai Liga Utama Inggris. Dan pada tahun 2007, Chelsea juga kembali berhasil menjuarai Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan menjadi juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.
Tapi karena beberapa penampilan yang buruk pada awal kompetisi 2007/2008 ditambah dengan ketidak sesuaian dengan sang pemilik, akhirnya Jose Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan kemudian digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.
Diawal masa kepelatihan Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu di ajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Disusul menjadi runner-up Liga Utama Inggris dibawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United. Namun prestasi tersebut dianggap tidak cukup baik sehingga Grant terpaksa dipecat di akhir musim.
Pada akhir Januari 2009, Avram Grant digantikan oleh pelatih asal Brasil, Luiz Felipe Scolari. Namun, Scolari juga tidak mampu memberikan prestasi yang memuaskan. Sehingga pada akhir April 2009 mengalami nasib yang sama dengan Grant. Posisi kosong manajer Chelsea kemudian diisi oleh pelatih Rusia saat itu, Guus Hiddink, sampai akhir musim 2008–09. Pada akhir bulan Mei, sebelum meninggalkan Chelsea, Guus Hiddink memberikan kenangan manis dengan membawa gelar Piala FA kelima Chelsea.
Diawal musim kompetisi 2009–10, Chelsea mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai manajer baru, dengan masa kontrak selama 3 musim. Ancelotti langsung memberikan gelar dengan membawa Chelsea menjuarai Community Shield 2009 setelah mengalahkan Manchester United dalam adu penalti. Kemenangan dalam adu penalti tersebut merupakan pertama kalinya bagi Chelsea sejak 1998, saat Chelsea menghadapi Ipswich Town di Piala Liga. Pada akhir musim, Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris dan Piala FA, yang merupakan pencapaian pertama dalam sejarah Chelsea. Chelsea juga menjadi klub ketujuh yang berhasil mendapat rekor mengawinkan gelar Double winner tersebut. Striker Chelsea, Didier Drogba berhasil mendapatkan Golden Boot sebagai Pencetak Gol Terbanyak dengan torehan 29 gol. Pada pertandingan terakhir liga pada 9 Mei 2010, Chelsea mempermalukan Wigan dengan skor telak 8–0 dengan Drogba mencetak 3 gol. Chelsea juga mencetak rekor menang mutlak 100% terhadap semua tim empat besar EPL (Manchester United, Liverpool, dan Arsenal). Pada musim keduanya, Ancelotti dipecat Chelsea pada Mei 2011 setelah kekalahan 1-0 dari Everton di pertandingan terakhir musim 2010–11.

SUMBER : WIKIPEDIA

Rabu, 01 Mei 2013

profil chelsea fc

Chelsea F.C.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Chelsea F.C.
Lambang Chelsea F.C.
Nama lengkap Chelsea Football Club
Julukan The Pensioners (hingga tahun 1952)
The Blues (kini)
Didirikan 10 Maret 1905; 108 tahun yang lalu[1]
Stadion Stamford Bridge,
Fulham, London
(Kapasitas: 41.837[2])
Pemilik Bendera Rusia Roman Abramovich
Ketua Bendera Amerika Serikat Bruce Buck
Manajer Bendera Spanyol Rafael Benítez
Liga Liga Utama Inggris
Posisi 2011–12 ke-3, Liga Utama Inggris
Situs web Situs web resmi klub

Kostum kandang
Kostum tandang
Kostum ketiga
Chelsea Football Club adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermarkas di Fulham, London. Chelsea didirikan pada tahun 1905 dan kini berkompetisi di Liga Utama Inggris. Sepanjang sejarah penampilan dalam dunia sepak bola di Inggris dan Eropa, klub ini telah meraih empat gelar juara Liga Utama Inggris, tujuh Piala FA, empat Piala Liga, satu trofi Liga Champions UEFA, dua Piala Winners UEFA, dan satu Piala Super UEFA.[3] Stadion kandang mereka Stamford Bridge, berkapasitas 41.837 kursi penonton,[2] telah digunakan sebagai stadion kandang sejak Chelsea didirikan. Sejak tahun 2003, Chelsea dimiliki oleh Roman Abramovich seorang miliuner asal Rusia.[4]
Kesuksesan pertama Chelsea diraih saat meraih gelar juara liga pada tahun 1955. Beberapa gelar dari berbagai kompetisi juga berhasil diraih pada dekade 1960an, 1970an, 1990an, dan 2000an. Dalam periode lima belas tahun terakhir merupakan periode terbaik kesuksesan Chelsea; yang ditutup dengan untuk pertama kali meraih gelar juara Double winner, Liga Utama Inggris dan Piala FA pada tahun 2010 dan gelar juara Liga Champions UEFA pada tahun 2012.[5][6]
Kostum utama Chelsea adalah kaus dan celana berwarna biru royal dengan kaus kaki berwarna putih. Kombinasi tersebut telah digunakan sejak dekade 1960an. Lambang klub telah berganti beberapa kali dalam upaya memodernisasi dan mengubah pencitraan. Lambang yang kini digunakan, yang menampilan seekor singa seremonial memegang sebuah tongkat, merupakan modifikasi dari lambang yang pernah digunakan pada dekade 1950an.[7] Rata-rata jumlah penonton liga pada laga kandang musim 2011–12 sebanyak 41.478 penonton, jumlah tertinggi keenam pada Liga Utama Inggris.[8]


Para pemain Chelsea merayakan gelar juara Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub
Pada awal musim 2011–12, André Villas-Boas ditunjuk sebagai pelatih Chelsea.[17] Setelah sejumlah hasil buruk yang dialami Chelsea, Villas-Boas dipecat pada bulan Maret 2012. Asistennya, Roberto Di Matteo yang merupakan mantan pemain Chelsea kemudian ditunjuk sebagai pelatih utama ad interim. Dibawah arahan Di Matteo Chelsea menunjukkan hasil impresif dengan berhasil meraih gelar juara Piala FA untuk ketujuh kalinya[18] dan Liga Champions UEFA[19] untuk pertama kalinya dalam sejarah klub–yang sekaligus menjadi klub London pertama yang meraih gelar tersebut.[20]

Referensi

wikipedia

    Kamis, 25 April 2013

    Hotel Terunik Di Dunia


    7 Hotel Terunik Di Dunia – Hotel sebagaimana yang kita tahu adalah tempat untuk menginap. Banyak hotel-hotel yang di bangun dengan berbagai kemewahan dan pelayanannya yang memuaskan sehingga membuat pengunjung merasa senang. Tidak hanya kemewahan dan pelayanan yang memuaskan saja,beberapa hotel didesain dalam bentuk bermacam-macam supaya tempak lebih unik dam membuat pengunjung kagum. 
    Hotel-hotel tersebut memilki bentuk yang unik dan lain daripada hotel-hotel pada umumnya. Tidak hanya sebagai tempat menginap,hotel-hotel unik tersebut juga sebagai tempat pariwisata. Ini dia 7 hotel Terunik di Dunia

    1. Hotel Costa Verde,Costarica
    Photobucket
    Sebuah kerangka pesawat ridak terpakai, Boeing 727 tahun1965, yang tampak seolah-olah jatuh ke dalam hutan-Kosta Rika sekarang bagian dari Hotel Costa Verde. Pintu masuk ke suite Hotel Costa Verde, dua kamar berdiri di salah satu sayap 727. Deretan jendela kecil dalam  kamar utama di Hotel Costa Verde, mengingatkan masa lalu, pesawat sebagai hotel dalam pelayanan South African Airways dan Avianca Airlines.

    2. Magic Mountain Hotel,Chili
    Photobucket
    Lokasi hotel ini berada di cagar alam di Huilo Huilo. Terdapat air terjun yang berasal dari puncak bangunan. Hotel ini seperti dongeng saja karena bentuk rumahnya seperti candi 

    3. Hang Nga Guest House and Art Gallery,Vietnam
    Photobucket


    Photobucket






















    Putri nomor dua Ho Chi Minh membangun Hang Nga Guest House and Art Gallery, sebuah kompleks yang mendapatkan nama panggilan lokalnya, House Crazy. Setiap kamar tamu trippy di Crazy House dibangun dengan tema hewan yang berbeda.

    4. Controversy Tram Hotel,Hoogwoud,Belanda
    Photobucket
    Hotel ini dibuat dengan konsep seperti kereta api. Hotel ini terdapat ruangan 5+, yang artinya ruangan itu tidak benar-benar sama disetiap ruangannya. Jadi harga yang ditawarkan pun bebeda-beda.

    5. Propeller Island City Lodge,Berlin
    Photobucket
    Photobucket












    Propeller Island City Lodge, di Berlin. Hotel ini memiliki 30 kamar, dimana setiap kamar mempunyai tema unik dan aneh tersindiri. Yang satu ini didesain agar terlihat seperti kota abad pertengahan yang dicat dengan warna cerah, dengan lapangan golf mini di sekitar tempat tidur.Setiap kamar tidur dirancang dengan tema yang berbeda-beda. Pemilik Propeller Island City Lodge’s, Lars Stroschen, adalah seorang seniman, dan ia merancang semua kamar, termasuk yang satu ini penuh dengan simbol aneh.

    6. Dogbark Park Inn,Cottonwood,Idaho
     
    Photobucket
    Photobucket

    The Dog Bark Park Inn adalah sebuah hotel yang terletak di negara bagian Idaho. Hotel dibuat dengan konsep anjing pemburu, dimana didalam hotel ini terdapat 2 kamar. Hotel ini dioperasikan oleh Dennis dan Frances Sullivan.

    7. Jules Undersea Lodge,Key Largo,Florida
     
    Photobucket
    Photobucket
    Seperti namanya, hotel ini terletak di bawah permukaan laut. Hotel ini difungsikan bagi Anda yang menginginkan suasana romantis tepatnya untuk berbulan madu. Kita akan diberikan kemanjaan seperti scuba diving.Sambil beristirahat kita bisa menikmati kehidupan laut yang melintas di atas kita